Bank HSBC Tahan Uang dan Hak Nasabah yang Sakit, Lawyer Somasi Keras

Bandung. Kuasa Tertib Mira Rosana Gnagey ialah Roedy Wiranatakusumah S.H., M.H., MBA., akan melaksanakan somasi keras terhadap Branch Manager HSBC Kemang dikarenakan membendung uang dan hak nasabahnya yaitu Mr. Richard W. Gnagey (suami Mira Rosana Gnagey) yang yakni nasabah Bank HSBC Kemang Jakarta dengan nomor rekening: 107-004582-806.

Seperti diketahui, Mira Rosana Gnagey yang merupakan klien Roedy Wiranatakusumah S.H., M.H., MBA., semenjak Agustus 2020 hingga Mei 2021 telah memenuhi dokumen prasyarat menurut permintaan PT Bank HSBC Indonesia untuk menutup rekening dan pengambilan dana milik suami yang sengaja sudah dipersulit oleh manajemen PT Bank HSBC Indonesia dengan mengesampingkan produk peraturan yang diciptakan dalam Akta Notaris sebagai Pejabat Negara Republik Indonesia berlogo Garuda.

Dengan mengacu pada kejadian yang sangat merugikan hak aturan klien dari Roedy Wiranatakusumah S.H., M.H., MBA., maka pihak PT Bank HSBC Indonesia bisa dikenakan hukuman Perdata maupun Pidana bagi pelaku usaha yang melanggar ketetapan dalam pasal.15 Undang Undang Perlindungan Konsumen berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp.2.000.000.000.

  Body Shaming Quotes Indonesia

Roedy Wiranatakusumah S.H., M.H., MBA., dikala ditemui para awak media di salah satu Hotel Bintang Lima di kota Bandung, Jumat, (7/5/2021), mengatakan, tuntutan pihaknya selaku kuasa undang-undang merupakan betul-betul sederhana, bahwa hak nasabah harus dipenuhi sebagai konsumen, dana yang disimpan oleh HSBC harus dikembalikan, \”Karena secara prosedur dan prasyarat klien kami sudah patuh dan taat pada hukum yang berlaku,\” ujarnya.

“Klien kami dikala ini menuntut hak undang-undang ketimbang suaminya yang dikala ini sedang sakit menurut surat keterangan dokter,\” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Apapun yang kami lakukan di sini ialah, menjadi hak tiap nasabah dalam mendapatkan dana yang disimpan dalam bank hal yang demikian,\” tegas Roedy Wiranatakusumah.

  Sumbar Gempa Hari Ini 2020 Terbaru

“Apa yang menjadi alasan Bank untuk tak bisa memberikan adalah di luar apa yang dikontrol menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan POJK Nomor 1 Tahun 2013,\” kata Roedy Wiranatakusumah.

“Karenanya saya menghimbau terhadap para pelaku usaha dalam jasa perbankan agar melihat hak konsumen, terpenting konsumen yang patuh dan bagus serta tidak pernah merugikan usaha perbankan,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Kasus ini adalah kasus yang khusus, yang sepatutnya diperhatikan karena memang secara prosedural data yang dikasih nasabah sudah lengkap dan di aktakan kuasa dari pemberi pemegang hak tersebut dalam akta notarial,\” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

\”Kenapa ini perlu dipahami, sebab masih banyak nasabah yang belum mengetahui hak undang-undangnya, atau memang pelaku usaha seperti perbankan seharusnya melek dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,\” tegas Roedy Wiranatakusumah.

  Man Utd Vs West Ham Live Rcti

\”Ada hal yang aneh dalam kasus ini, dikala pemegang kuasa ditolak untuk menerima dana yang disimpan, sementara pemegang kuasa atau pemberi kuasa tersebut yang yaitu klien kami bisa memenuhi pencabutan Credit Card dengan syarat pembayaran penuh, jadi ada hal yang memang double standard yang dilaksanakan HSBC,\” kata Roedy Wiranatakusumah.

\”Oleh sebab itu mengapa kasus ini sepatutnya dipublikasikan, ini semua ialah pembelajaran, dapat saja ini terjadi kepada orang-orang lazim yang tidak paham tata tertib, karena kasus klien kami sudah terjadi berbulan-bulan, klien kami telah mengeluarkan banyak biaya, stress, dan kebutuhan untuk hidup sehari-hari dibendung oleh HSBC, meski seperti dikenal HSBC adalah korporasi perbankan tingkat dunia dan seharusnya HSBC paham seputar hak konsumen,\” pungkas Roedy Wiranatakusumah.

Sampai Jumat, (21/5/2021), pihak PT Bank HSBC Indonesia tidak ada niat baik untuk memecahkan situasi sulit ini.

About novita