Kawargian ABAH Alam Membangun Budaya di Pentas Global

Kawargian ABAH Alam tengah mematangkan gagasan Festival Konservasi Gunung Bohong, serasi dengan upaya mengukuhkan Kota Cimahi Saluyu Ngawangun Jati Mandiri. Hal ini dinyatakan Abah Alam di sela helatan meperingati ulang tahunnya yang ke-79 26 April lalu.

Helatan sederhana di kediamannya itu cuma dihadiri oleh sebagian organisator dan sejawat Kawargian ABAH Alam, dikarenakan kehendak Abah sendiri untuk menyikapi adanya protokol kesehatan berkaitan dengan suasana di Bandung yang masih terkondisikan pandemi covid 19.

Dalam peluang itu Abah Alam mengungkapkan, helatan ini bukan saja terkait dengan ulang tahunnya, melainkan sebagai format tasyakur bini’mat dan doa di bulan Ramadan jelang Nuzulul Qur’an, Lalilatul Qodar.

Selain itu sebagai doa bersama demi kelancaran bermacam kegiatan Kawargian ABAH Alam yang sedang dihadapi seperti Festival Konservasi Gunung Bohong, Deklarasi Pemuda Asia Afrika dan New York International Fashion Week bulan September mendatang

Yang terdekat waktunya ini ialah Festival Konservasi Gunung Dusta yang akan diawali tanggal 1 Juni nanti. Cakupan festival konservasi hal yang demikian mulai dari menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan di sekitar Gunung Bohong juga menempatkan Monumen Kujang di area Yon Brigif 15 Kujang II di puncak gunung berupa bukit hal yang demikian.

Menurut Abah Alam, ada kekhawatiran mengenai paradigma masyarakat tentang eksistensi gunung ini kurang bagus. “Kita bangun kesadaran bahwa Gunung Bohong ini memerlukan penangan yang khusus, demi kelestariannya,” jelasnya.

Konservasi di Gunung Bohong adalah upaya pelestarian lingkungan dengan tetap mempertahankan eksistensi tiap komponen-konponen lingkungan untuk pemanfaatan di masa yang akan datang.

“Diinginkan lewat Festival Konservasi ini kita bisa melindungi daerah atau beda-benda remover alam di lokasi tersebut yang dianggap bernilai,” lanjut Abah.

Kelak kawasan konservasi itu berguna dalam melindungi keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.

Abah Alam juga menyinggung apresiasinya kepada apa yang dinamakan Declaration of Asian-African Capital of Youth and Entrepreneurship pada tanggal 18 – 21 Agustus 2021.

“Ini adalah langkah besar kita bagaimana pemuda kita yang dilandasi Pancasila dapat berperan aktif secara global dengan melanjut misi lahirnya Dasa Sila Bandung 1955,” tegas Abah.

Di usianya yang ke-79 itu Abah Alam masih kelihatan energik mengungkap pemikirannya demi kemajuan pemuda bangsa ini, terlebih dalam membangun keunggulan komparatif bangsa dengan pengutamaan tradisi.

“Di tahun ini juga insya Allah kita akan memenuhi undangan New York International Fashion Week September mendatang. Kita siapkan hasil kolaborasi karya fashion bernilai kearifan lokal, seni dan kebiasaan yang satu di antaranya yaitu Trawangsa,” ujar Abah diiring senyum.

“Para nayaga Tarawangsa adalah para pemuda yang muncul minat dan bakatnya dari komunitas masyaratak kretaif Kampoeng Tjibarani Bandung. Melalui upaya Kawargian ABAH Alam ini pula kita akan tampilkan seni buhun ini di panggung dunia.”

Insya Allah, Wilujeng Tepang Taun, Abah Alam, Mugiya aya dina panangtayungan Gusti Allah salanggengna. Amin

Comments are closed.