JURNAL ACTIVITY BASED COSTING

Hello Sobat Pintar! Kali ini kita akan membahas tentang jurnal activity based costing. Apakah kamu tahu apa itu activity based costing? Activity based costing atau ABC adalah metode perhitungan biaya yang lebih akurat dan rinci dibandingkan dengan metode tradisional. Pada metode tradisional, biaya dibagi secara proporsional ke setiap produk atau jasa yang dihasilkan. Namun, pada metode ABC, biaya dibagi berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk memproduksi produk atau jasa tersebut.

Kelebihan Activity Based Costing

Metode ABC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode tradisional. Pertama, ABC lebih akurat dalam menghitung biaya produksi. Kedua, ABC dapat membantu perusahaan untuk mengetahui produk atau jasa apa yang paling menguntungkan dan apa yang sebaiknya dihentikan produksinya. Ketiga, ABC dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien dan memperbaikinya.

Cara Kerja Activity Based Costing

Untuk menghitung biaya dengan metode ABC, terlebih dahulu perusahaan harus memetakan seluruh aktivitas yang dilakukan untuk memproduksi produk atau jasa. Kemudian, perusahaan harus menentukan cost driver atau faktor yang memengaruhi biaya aktivitas tersebut. Misalnya, jumlah jam kerja, jumlah mesin yang digunakan, atau jumlah unit produk yang diproduksi.

Setelah itu, perusahaan dapat menghitung biaya aktivitas dengan membagi biaya total aktivitas dengan jumlah cost driver yang digunakan. Kemudian, biaya aktivitas tersebut dapat diterapkan pada setiap produk atau jasa dengan mempertimbangkan jumlah cost driver yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa tersebut.

Contoh Penerapan Activity Based Costing

Misalnya, sebuah perusahaan memproduksi dua jenis produk yaitu A dan B. Untuk memproduksi produk A, perusahaan menggunakan 50 jam kerja dan 10 mesin. Sedangkan untuk memproduksi produk B, perusahaan menggunakan 30 jam kerja dan 5 mesin.

Biaya total aktivitas produksi adalah Rp 10.000.000. Dengan menggunakan metode ABC, perusahaan dapat menghitung biaya aktivitas produksi sebagai berikut:

  • Biaya aktivitas produksi untuk jam kerja = Rp 5.000.000 (biaya total aktivitas produksi / jumlah jam kerja total)
  • Biaya aktivitas produksi untuk mesin = Rp 5.000.000 (biaya total aktivitas produksi / jumlah mesin total)

Dengan demikian, biaya aktivitas produksi untuk memproduksi produk A adalah Rp 6.000.000 (50 jam kerja x Rp 100.000 + 10 mesin x Rp 100.000) dan biaya aktivitas produksi untuk memproduksi produk B adalah Rp 4.000.000 (30 jam kerja x Rp 100.000 + 5 mesin x Rp 100.000).

Kesimpulan

Jurnal activity based costing adalah jurnal yang membahas tentang metode perhitungan biaya yang lebih akurat dan rinci dibandingkan dengan metode tradisional. Dengan menggunakan metode ABC, perusahaan dapat menghitung biaya produksi dengan lebih akurat dan memperbaiki aktivitas yang tidak efisien. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, Sobat Pintar!

Sampai Jumpa Lagi!

Related video of Jurnal Activity Based Costing

Leave a Comment